Kehilangan Bagasi

Kehilangan Bagasi di pesawat
Lost luggage at Airport.

lagi-lagi pencurian bagasi di Bandara, Alhamdulillah saya belum pernah kehilangan barang yang di bagasikan. Setiap kali sudah sejak 2012 saya amat sangat jarang menggunakan koper untuk bepergian, kebanyakan saya menggunakan keril ukuran 50 liter untuk bepergian, baik selama 7 hari maupun selama 30 hari. Keril yang saya gunakan tipenya ‘light-weight’ jadinya barang saya gak pernah lebih dari 10 kg, dengan kondisi tas yang sudah penuh sehingga bisa dibawa dalam kabin, tentunya dengan ukuran yang pas di kabin pesawat. tapi gak jarang saya masukan dalam bagasi pesawat

Bagasi menjadi hal yang mudah di curi, karena kita tidak pernah melihat bagaimana barang kita diperlakukan, terlebih lagi sekarang rame pencurian bagasi, baik di berita TV maupun berita di media online.

Saya seringkali membawa barang berharga naik ke kabin pesawat, dengan membawa tas tambahan, daypack, disana isinya Charger, PSP (waktu belum rusak), buku, makanan, dan hal lainnya yang dianggap penting seperti GoPro, dan PowerBank. Baju, buku yang tebal dan barang yang tidak berharga saya simpan di tas yang saya bagasikan.

Kehilangan barang pertama saya saat waktu jualan dulu, bukan bagasi, tetapi Cargo. Jadi saya mengirim barang melalui Indah Jaya Express (IJX), dari Jogja tujuan Papua, total nilai barang pertama sekitar Rp.22 Juta. Saya kirim menggunakan kotak Tissue.

Diterima di Papua, si Ibu buyer saya itu menelpon, katanya banyak barang yang tidak ada, total barang yang hilang Rp.4 juta rupiah.

Oke, si Ibu beli lagi, dan saya kirim dengan IJX lagi, total yang dikirim kali ini adalah Rp.14 Juta. Barang hilang lagi begitu sampai Papua, total kehilangan kali ini adalah Rp.2 Juta. Si Ibu gak jera, dan saya jera pake IJX, saya pake JNE, dan sama Barang saya hilang lagi, padahal sudah packing kayu.

Terakhir, saya menemui Pak Tarza, Kepala Cabang IJX di Jogja waktu itu, kita sama2 bicara, dan setuju IJX mengganti barang yang hilang tersebut dengan beberapa kali dicicil. Akhirnya pengiriman ini kami sengaja bekerja sama untuk mengetahui dimana barang tersebut hilang. Info sebelumnya sih Pak Tarza pernah mengirim barang ke Sulawesi, sesampainya di Makassar barang tersebut raib, hipotesa kita sih barang tersebut sampai ke Makassar lalu hilang. Mengingat rute untuk ke Papua adalah Jogja-Surabaya-Makassar-Jayapura.

Kotak itu saya kasih segel, beberapa barang murah diatasnya, trus saya list, saya foto, kirim ke buyer, dan voila!! barang hilang beberapa di Makassar. barang tersebut barang ikhlas, tetapi saya masih gak bisa terima, tepatnya pak Tarza yang gak bisa nerima kehilangan tersebut.

Lain lagi cerita Bapak, waktu itu Bapak terbang tujuan Jakarta-Batam. Bapak sudah sampai di Batam, tas bapak gak ada, gak tau kemana. Akhirnya bapak marah-marah di kantor Singa Udara, gak lama barang dateng.

Selain itu koper istri juga pernah dirusak di Jogja, ya walaupun gak parah, tapi orangnya terlihat berusaha membuka koper isi baju, dengan harapan ada isinya di dalam. hehhehe

Tips terbang saya sih, kalau bisa di bagasikan itu cuma barang yang gak sakit hati kalau hilang, misal baju, celana, dll. Lebih baik lagi kalau bawaan gak banyak. Bawaan gak banyak ini memang gak bisa dipelajari singkat sih, pengalaman yang mengajari. Saya sendiri selalu membawa pakaian seadanya. kalau bisa cuci + ganti ya sudah cukup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s