Menulis

Sebagai seorang calon, yang nampaknya bakal jadi seorang peneliti, menulis adalah kegiatan wajib. Menulis adalah satu-satunya cara menuangkan buah pemikiran yang ada, selain itu menulis adalah cara bagi para peneliti untuk mendapatkan point dan tentunya ini yang membuat lebih cepat naik pangkat, plus mendapat koin (uang).

Saya tidak suka menulis. yah, kalimat pertama pada paragraf ini bisa menjadi akhir dari postingan ini. itu terbukti dari tidak updatenya blog ini sekiaaaaaaaaan lama. Saya berusaha menulis, tapi selalu aja susah untuk mendapatkan mood, bahan, dsb yang berkaitan sama sebuah issue. Disalah satu forum terbesar di Indonesia, Saya juga tidak suka menulis, hanya menjadi silent reader.Initerbukti dari postingan saya yang belum iso. sekian lama lama joint, baru beberapa bulan ini gemar menulis lagi. dan alhamdulillah, dari yang stuck di angka 800-900-an, kini menjadi 1,000-an. Lumanyun…

Agak bingung, sebenarna menulis yang baik itu gimana, seperti apa, kapan dan dimana. Aku sering mendapatkan beberapa hal di tegah malam hari, itu semua sering ku buat catatan-catatan kecil. tapi alangkah susahnya jika setiap malam harus menulis sedangkan paginya sebelum pukul 7.30 harus sudah nongol di kantor. Jum’at dan Sabtu adalah solusi yang berusaha ku pecahkan, tetapi itu hanya terjadi beberapa kali, dan mood pada hari Jum’at (malam Sabtu) yang paling baik untuk menulis, sedangkan Sabtu-nya (Malam minggu) adalah waktu yang sangat baik untuk menonton bola.

Tulisan ku juga terkadang tidak sesuai dengan jalan pikiran, aku selalu terbuai dengan setiap kata yang aku tulis. Aku lebih sering mengikuti setiap kalimat, dari pada mengikuti apa yang aku pikirkan, apa yang ada di dalam otak ku, dan apa yang akan aku tulis sebelumnya. Ini memang baik, jika diikuti dengan mood yang baik pula. Tapi kenapa hingga sekarang, aku belum menemukan mood itu.

Twitter ku mungkin juga aktif mengicaukan beberapa tweet-tweet, tetapi untuk mengembangkan beberapa tweet itu menjadi sangat malas. dan aku selalu berpikir, ya sudah lah. Hanya untuk dokumentasi beberapa saat, toh juga mudah di cari. Tetapi alangkah susahnya menjadi beberapa tweet ku.. ada sekitar 12 ribu tweet ku, dan twitter tidak menyediakan fitur pencarian pintar. *ngelus dada*.

Well, peneliti itu adalah pekerjaan seni. seorang seniman itu tidak bisa dipaksakan dalam suatu hal, termasuk juga dengan menulis. jadi aku hanya pasrah menantikan mood itu datang. Bagi seorang yang tak pandai menulis, ini adalah sebuah beban besar

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s