Bicara Bola

Setelah piala AFF dan Sea Games, banyak sekali yang bilang ‘Indonesia Bersatu Karena Sepakbola’. Memang benar, semua rakyat di Indonesia bersatu dalam satu euforia, berkumpul bersama untuk menyaksikan dan mendukung 11 anak bangsa yang berjuang atas nama Indonesia. Mereka adalah pahlawan yang bertarung di atas rumput hijau, berusaha mengharumkan nama bangsa, dan perjuangan mereka di tonton oleh jutaan pasang mata orang Indonesia.

Semua buyar, saat kompetisi Asean itu berakhir. Sepakbola sebagai alat pemersatu berubah menjadi media pemecah belah. Banyak kepentingan yang mengatas namakan sepakbola demi urusan pribadi, bukan lagi untuk rakyat di negeri ini. Dualisme keyakinan sudah tidak bisa di hindarkan, sebagian di LSI dan sebagian di LPI. sungguh ironis di negeri yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dualisme kompetisi juga terjadi di Palestina, bukan masalah Internal pemicunya, tetapi masalah politik Negara yang berseteru, itu membuat liga Palestina tidak bisa bersatu. Liga Tepi Barat dan Liga Jalur Gaza, tetap satu ideologi walaupun terpisah antar satu dengan yang lain.

Saya tidak mengerti apa masalah pasti tentang Liga sepakbola di Negeri ini. saya hanya tahu hanya sekilas tentang pembagian uang, dan lagi-lagi masalah uang (baca disni). Sangat disayangkan, momentum antusiasme rakyat Indonesia harus ternodai oleh kepentingan beberapa kelompok. Alangkah baiknya kedua pihak bertemu dan saling membicarakan masalah dan mencari pemecah yang menjadi solusi bersama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s