Ini Hidup atau Hidup Ini

Hidup ini kayak di hutan, lu tinggal pilih mau jadi Macan, apa jadi Kambing

Itulah kira-kira sepenggal dialog di film yang diperankan oleh Dono – Kasino – Indro tentang hidup. Hidup emang keras, apalagi di jaman yang serba ngaco kayak gini, dimana hubungan antara gaya hidup sebanding lurus dengan status. Semakin tinggi gaya hidup, berarti semakin tinggi status di pandang orang. Semakin tinggi status, semakin tinggi juga posisi kita di dalam piramida makanan. semuanya itu tentunya ada harga, dan harga itu gak murah. (ingat piramida makanan, makin rendah makanan makin gak enak, cacing dll.. yeakss..)

Adalah suatu kebetulan yang amat sangat, klo pergaulan ku mulai dari dunia underground, undergrass, dan under-under yang lain sampe ke kalangan yang bisa di bilang kalangan yang menghuni piramida paling atas. Posisi ku, ya tentunya di tengah2, gak terlalu di bawah, gak terlalu atas, tengah2 yang pastinya enak.. heheheh.. Dengan seringnya bertemu dengan orang berbeda profesi, tentunya aku sedikit bisa memprediksi dimana mereka berada (di piramida makanan tentunya) dengan cara gaya biacara, gaya pakaian, gadget, barang yang dikenakan, dari obrolan singkat saat bertemu.

Dari beberapa orang, gak sedikit orang yang ku temui itu seperti gak bisa menghindari arus tren yang saat ini lagi berkembang. Mereka terbawa arus yang deras, sedangkan mereka sendiri gak bisa surive dengan hanya mengandalkan kondisi mereka saat ini. jadi mereka memilih jalan pintas, shortcut, untuk bisa survive. Dan orang-orang kayak gitu keliatan, sangat keliatan kontras meen… Klo kamu sering ketemu orang yang bisa survive terbawa arus, kamu bisa liat perbandingan dua golongan ini.

Gak sedikit aku ketemu orang yang rela jual selang (-kangan) demi mengikuti arus tren ini, bener meen… ya bukan cuman satu ato dua orang aja, banyak orang yang ku temuin kayak gitu dan jangan pikir aku sering pake jasa mereka, (ups). Keliatan men, klo kita sering ngobrol sama orang, kita tau dari gayanya, trus saat kulit kita bersentuhan (sentuhan d tangan, bukan yang lain lho.. 6;) terjadi sebuah komunikasi gak langsung yang otak kita tangkap bahwa orang itu adalah mereka (gak usah di jelaskan lagi)..

Selain itu aku punya beberapa rekan kerja di kerjaan yang dulu, yang memiliki ciri-ciri seperti itu. dan gosip murahan yang beredar, waktu MU main di Jakarta lawan TimNas (akhirnya gagal, teroris faaak..!!) si Salah satu rekanan kerja, di Jakarta sama pelanggannya. dan mereka professional, that is just hubungan badan, bukan hubungan hati. mereka tetap normal melewati hari-hari, ada yang jomblo lagi cari pacar, udah hampir nikah, dan masih galau dengan pacarnya masing-masing.

Aku selalu anggap mereka orang biasa, teman yang asik di ajak share, dan merasa enak klo ngobrol dengan mereka, lepas, kayak gak ada batas. Dan aku gak anggap mereka adalah orang yang menjual diri demi perkembangan jaman, tapi orang yang gak kuat mengikuti arus gombalisasi jaman sekarang yang cepat banget berubahnya, kayak kedipin mata. Kadang jiwa bisnis ku berkata lain, hahahahah.. tapi yahhh.. itu semua sudah berjalan, biarkan mereka berjalan sesuai apa yang di kehendaki pikiran mereka, walaupun kadang mengorbankan rasa hati nurani.

Itulah kawan, hidup ini keras, seperti batu. Kejam Seperti hutan, ganas, seperti lautan, tinggal bagaimana cara kita untuk survive dan bersyukur atas apa yang di berikan kepada kita, serta jangan pernah menyerah untuk mendapatkan yang terbaik *dengerin jangan menyerah*

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s