Alfred Russel Wallace (part-1)

The Man Who Wasn’t Darwin
Alfred Russel Wallace charted a great dividing line in the living world—and found his own route to the theory of evolution.

hobby baca gue udah menurun drastis, dan berbagai macam buku udah menumpuk untuk  ‘dimanjakan’.Dari sekian jurnal-jurnal yang gue terima hanya ada satu yang menarik hati untuk dibaca, judulnya “Di bawah bayang-bayang Darwin”. Entah kenapa nama “Darwin” selalu bisa menarik untuk di ketahui. Ini bukan mengenai kesalahan Teori Darwin yang dialami diri gue, yaitu kegagalan dalam berevolusi, tapi cerita tentang seorang Ilmuan yang terlupakan namanya, dan namanya selalu ada di belakan nama besar Darwin.

Itu bukan hal yang menarik untuk dibicarakan, apalagi diangkat menjadi sebuah kajian dalam ilmu pengetahuan. Yang menarik adalah riset yang dilakukan oleh Alfred R. Wallace, beliau melakukan riset di Indonesia…!!! Secara tidak langsung, Alfred R. Wallace mengiklankan Indonesia sebagai ‘Laboratorium Geo-Biodiversity Dunia’ yang menarik untuk di kaji lebih dalam.

Alfred Russel Wallace, terkesima saat pertama kali menginjakan kakinya di Pulau Sulawesi pada tahun 1969. Ilmuan sejarah alam Inggris itu begitu tercengang melihat betapa kayanya keanekaragaman hayati pulau ini. “Terletak persis ditengah-tengah kepulauan , dikelilingi erat oleh pulau-pulau yang disekitarnya yang penuh dengan beranekaragaman varian makhluk hidup, sulawesi memiliki jumlah spesies edemis yang mengagumkan” tulisnya dalam The Malay Archipelago (1869)

Pulau Ternate cuma berupa kerucut gunung api kecil nan anggun yang mencuatkan warna hijau dau ke permukaan segara di bagian timur-laut Indonesia. Meskipun pulau itu terpencil, Ternate pernah menjadi pusat perniagaan kerajaan Belanda, karena dari situlah rempah-rempah dan komoditas tropis lainnya dikapalkan ke Eropa. Lereng pulau itu jika kita beruntung, kita masih dapat menyaksikan burung yang cemerlang, berdada hijau terang dengan dua bulu putih panjang bergantung mirip jubah dibahunya. Nama ilmiah burung itu ‘Semioptera wallaci’ disematkan untuk menghormati orang yang pertama kali memperkenalkannya kepada dunia ilmu pengetahuan. Dialah Alfred Russel Wallace adalah seorang naturalis muda dari inggris yang melakukan penelitian lapangan di Nusantara pada akhir 1850-an hingga awal 1860-an. Dari ternate pada 9 Maret 1858, dia mengirimkan surat berisi kumpulan catatn dan makalah penelitiannya lewat kapal pos Belanda yang berlayar ke Eropa.

Surat untuk Darwin
Saat menyusun teori evolusinya pada tahun 1858, Wallace mengenal Darwin hanya dari surat menyurat. Di kemudian hari mereka bertaman akrab.

Surat itu dialamatkan ke Charles Darwin dan Wallace melampirkan makalah singkat berjudul “On the Tendency of Varieties to depart indefinitely from the Original Type” (kecenderungan varietas untuk memisahkan diri secara tidak terbatas dari Tipe Aslinya).  Makalah itu adalah hasil dari spekulasi dan penelitian yang cermat lebih dari sepuluh tahun dan ditulis dengan tergesa-gesa selama dua malam (bisa diliat dari tulisan diatas..^_^x). Apa yang diuraikan dalam makalah itu adalah sebuah teori evolusi (meskipun gak dinamakan demikian) melalui seleksi alam (juga gak memakai frasa itu) yang sangat mirip dengan teori yang sudah dikembangkan, tapi belum di publikasikan oleh Darwin yang kala itu sudah menjadi naturalis terpandang.

Ini adalah babak klasik dalam sejarah ilmu pengetahuan, rumusan yang nyaris hadir serempak tentang apa yang saat ini kita pikir sebegai Teori Darwin yang merupakan karya Darwin dan seorang pemula muda, Alfred Russel Wallace. Wallace yang semasa hidupnya terkenal sebagai mitra yunior Darwin dan karena sumbangsihnya yang lain terhadap ilmu pengetahuan dan pemikiran sosial, terlupakan setelah ia berpulang tahu 1913.

Beberapa dasawarsa belakangan ini, kemasyurannya dihidupkan kembali. Fotonya kini digantung disamping foto lama Darwin di dalam ruang rapat Linnean Society di London. Kepada perkumpulan ilmiah inilah penemuan bersama Darwin-Wallace diumumkan 150 tahun lalu pada 1 Juli 1858 malam. Berbagai tulisan Wallace tentang beraneka pokok bahasan, dari teori evolusi dan keadilan sosial sampe kehidupan di Mars juga hadir kembali dalam bentuk cetak maupun On-Line.

Wallace dikenal dikalangan ahli sejarah ilmu pengetahuan sebagai pendiri biogeografi evolusi (kajian tentang spesies apa, tinggal dimana, dan mengapa), khususnya sebagai perintis biogeografi pulau, sebagai ahli teori awal tentang mimikri adatif, dan sebagai tokoh yang menyerukan tentang apa yang sekarang ini kita kenal sebagai keanekaragaman hayati. Artinya, Wallace adalah tokoh yang sangat penting dalam masa transisi dari sejarah alam gaya-lama ke biologi modern.

Wallace juga seorang kolektor yang produktif, penuai keajaiban alam yang tak kenal belas kasih; Spesimen serangga dan burung miliknya memperkaya koleksi museum dan ilmu Taksonomi. Namun tetap saja, kabanyakan orang yang mengenal Alfred Russel Wallace hanya mengenalnya sebagai mitra yang ada di bawah bayang bayang Charles Darwin, orang yang bersama-sama menemukan teori Evolusi melalui seleksi alam tetapi tidak mendapatkan penghormatan yang setara.

bersambung…

GALLERY :
(klik untuk memperbesar gambar)


Advertisements

12 thoughts on “Alfred Russel Wallace (part-1)

  1. @ manggis
    Dapat dari berbagai info…
    ntar di akhir episode ada sumbernya…

    @ pencerah..
    Tunggu lanjutannya

  2. Saya baca nih tulisan ini di National Geographic Indonesia Desember ’08. Sampeyan nggak capek ya ngetiknya langsung dari majalahnya?

    Ini cuman masalah Wallace kurang populer aja daripada Darwin. Kita kan udah diajarin tentang Alfred Wallace waktu kelas 1 SMA dulu?

  3. @ Vicky
    Bukan cuman masalah populer n kurang populer. Tapi masalah Wallace yang di anggap cuman pelengkap Darwin..

    ngetiknya gak capek, cuz cuman ngerangkum dikit kok…he…he..he..

  4. artikelnya bagus… nggak masalah ambil dari mana apalagi dari majalah… setidaknya khan orang yang ndak tahu baca majalah karena diposting disini jadi tahu ilmu pengetahuan…. ya khan bung…

  5. @ Mahawira
    Artikelnya dapat dari majalah.. tapi di olah dikit biar kata-katanya gak terlalu berat.

    @ Noni
    Oke.. setuju… bagi-bagi ilmu gak salah kok..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s