Gue PERTAMAXXX… dapat Award hi..hi…hi…. Dari Cah Pesisiran. ..

Award Dari Pesisiran Kidul

Award ini sebagai cambuk gue untuk terus-menerus tulis-menulis (sumpah… kosa katanya aneh banget nih). Dari sekian lama vacum dari dunia Maya, karena kesibukan gue sebagai mahasiswa rantau, yang makan gak teratur. Gue mulai menulis lagi..

Selamat Hari Raya Idul Adha…!!! gue ucapkan sama semua temen-temen yang merayakannya. dan Gue ngucapin semoga Menjadi Haji yang Mabrur bagi semua umat muslim yang menunaikan ibadah haji. Amin…

Ancrot…!!! Postingan Gue tentang ingatan kehapus…!!!  apa ni gara-gara gue selalu ninggalin komputer yang masih nyala dengan account WP yang belum di log out…?? Siapa yang ngapus ya…?? gue baru sadar pas gue ngecek sesuatu yang aneh sama halaman depan Apiscerana.. kok gak seperti yang gue tinggalin terakhir kali.. dan ternyata… AERGH…!!!!

Okeh gue ikhlas.., Eniwei, kemaren di Dusun Sompokan tempat Kiky KKN kita kebagian beberapa kg daging kambing. Dari 7 ekor kambing, 1 Ekor sapi yang di korbankan kita dapat bagian 1 batang paha kambing Etawa yang disumbangin sama Nyokapnya Kiky, dan dapat tambahan dari sisa potongan daging Sapi juga 50 bungkus (@ 0,5 kg) daging sapi hasil jerih payah Vivid yang masukin Proposal ke perumahan-perumahan Elite di sekitar Kaliurang.

Malamnya… PESTA DAGING KAMBING…!!! (jeng..jeng….jeng…), bersama anak-anak Dusun Sompokan, dan temen-temen KKN-nya kiky, juga bapak Yanto yang anaknya jadi kembang desa sompokan..hi…hi…hi… Gue dipercaya sebagai Chief dalam buat makanan pesta kali ini. Tugas gue “gampang-gampang enak susah” , nih tugas gue :
1. buat standarisasi ukuran potongan daging
2. buat bumbu sate
3. buat sambel tomat cabe
4. Bakar Sate dengan metode “bakar dua bumbu”
5. Tester setiap sate yang udah jadi
6. bertanggung jawab atas semua kerusakan sate.

Nah, gue yang udah banyak pengalaman Materi dari Tipi tentang membuat sate, akhirnya beraksi untuk yang pertama kali. (tet….teretet……teretet…..!!!!!)

1. buat Standarisasi Ukuran Potongan Daging.
nah, karena melimpahnya daging kita,gue mutusin utuk buat potongan sebesar buku jari telunjuk. Emang besar banget untuk ukuran sate, Gue gak pernah liat ada yang jual sate sebesar buku jari telunjuk. Satu tusuk sate, isinya 4-5 potong daging, sesuai sama sisa daging yang ada. dan daging dipotong sama Ryan (bukan si Jagal.. tapi 11-12 lah… :D ), Heri sama Nuril. terus yang nusukin Wulan sama Kiky.

2. Buat Bumbu Sate
gue gak ngerti gimana buat bumbu sate, ya gue improve aja Kecap di mix sama merica dengan perbandingan 10:1, dimana tiap 10 sendok kecap dikasih 1 sendok merica. Gak lupa gue nyebut ketumbar (Coriandrum sativum)”secukupnya yang udah di tumbuk halus. Gue buat satu bumbu bakar lagi, Kecap di campur dikit minyak goreng sama merica. Kecapnya make kecap cap “Angsa”… supaya khas masakan Nusantara…he…he..he…

3. buat sambel tomat cabe
“Apa Beda sambel sama Bumbu” gue sebagai Chief aja bingung… “Sambel untuk sambe,  bumbu ya untuk bumbu”. kata Nuril, tambah bingung gue… Okeh, gue buat aja sambel bernama Sambel Mantop Markotop (SMM). sambel ini gue buat dengan resep Cabe Jawa warna Merah-Kuning-Hijau dipotong kecil-kecil terus di kasih 4 buah tomat. Dan hasilnya pedas cabe itu sampe nempel beberapa Jam kemudian… (sampe tulisan ini gue tulis, pedas ditangan masih terasa…!!!)

4. Bakar Sate dengan metode “bakar dua bumbu”
Masksudnya, sate dibakar dua kali pake bumbu yang beda. bumbu Kecap Mix Merica Ketumbar (kemicabar) dikasih ke sate yang masih mentah. terus dibakar sampe stengah mateng. terus bumbu Kecap Merica Minyak Goreng (kemicareng) di kasih ke sate yang setengah mateng tadi, terus dibakar lagi pake api yang cukup biar bumbunya meresap dan matengnya marata di tiap isinya.

5. Tester setiap sate yang udah jadi
ini dia yang menjadi step pertama gue keracunan sate. Setiap selesai bakar sate gue cobain, untuk nentuin rasa mana yang paling enak. Pastinya rasa pertama sama yang kesekian udah beda, karena keahlian gue yang bisa buat sate dengan aneka rasa…:D.. ada sekitar 250-an tusuk sate yang tiap kloter bakarnya ada 10 tusuk. jadinya ada 25 tusuk yang gue cobain (belum termasuk pas pesta-nya dan yang lainnya..), dan keseluruhnya punya rasa yang beda… <<<  gak bakat jualan sate…T_Tx

6. bertanggung jawab atas semua kerusakan sate
Ini adalah tugas yang menyenagkan, ada banyak kegagalan dalam tiap kloter bakarnya. ada yang jatoh, ada yang patah, ada yang gosong (klo yang ini ada sekitar 12-an tusuk, cuz bakarnya pas udah gelap..). dan semua kerusakan harus gue pertanggung jawabkan dengan memakannya. klo jatoh, di buang yang kotor, yang bersih dimakan. yang patah, ya tetap dimakan. yang gosong, mau gak mau juga dimakan…

sekitar 3 jam acara selesai,badan gue panas, dan kepala gue langsung pusing. Setelah gue ingat kembali apa yang udah gue makan, gue habis makam Duren siangnya…!!! jadinya badan gue tambah panas….!!! Aergh.. ini semua karena makan sate dari jam 4 sore sampe jam 8 malem non-stop…!!! Gue menyerah di pertangahan jalan dan istirahat di rumah tante gue. dan malam itu juga gue gak berhenti pergi ke WC… nyerah gue…

Pelajaran Moral : jangan makan daging kambing terlalu banyak, dan jangan MARUK…!!!

Setelah beberapa hari bertarung melawan pasukan Virus dari planet Influenza, dan hampir kalah. kemaren gue dapet bantuan dari Planet Nalgestan dengan pasukan khusus Phenylpropanolamine HCl sama Chlorpheniramine Maleate yang membantu gue untuk mengendalikan air terjun Niagaraingus dan tentara Wedangronde UINe yang membuat suhu permukaan dan dalam planet Badangue panas yang akhirnya membuat gue mendapatkan kemenangan…ha….ha….ha… (hore…hore… We are The champions..)

Eniwei, beberapa hari lagi Umat Muslim memasuki bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan ke-9 dalam penanggalan Hijriyah yaitu sistem penanggalan dalam Islam. Berbeda sama sistem penanggalan Gregorian / Masehi (sistem penanggalan yang banyak dipake di dunia) dimana hari baru dimulai pada saat jam 00.00, sistem penanggalan dalam Islam (selanjutnya disebut Hijriyah), hari baru dimulai pada saat terbenamnya matahari didaerah tersebut. Ini berarti penanggalan Hijriyah ditentukan oleh posisi bulan, bukan posisi bumi yang berputar pada poros dan mengelilingi matahari. Ini juga berarti di suatu daerah dimulainya awal bulan HIjriyah gak selalu sama.

Menentukan Awal bulan pada kalender Hijriyah juga gak segampang menentukan awal bulan di Kalender Gregorian yang tinggal menggenggam tangan dan menghitung tulang yang nongol di punggung tangan (yang nongol berarti bulan itu punya 31 hari). Diperlukan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan awal bulan.

Penentuan awal bulan ditandai sama munculnya bulan sabit pertama kali ato hilal setelah bulan baru ato ijtimak. Klo hilal gak keliatan pada tanggal 29, itu berarti satu bulan memiliki 30 hari. dan gak ada aturan khusus yang menentukan bulan apa aja yang punya 30 hari, mana yang 29 hari. Itu semua ditentukan sama penampakan Hilal.Gak sama seperti kalender Gregorian yang gue bilang tadi, klo tulangnya muncul berarti harinya 31. Tapi gak selamanya Hilal itu keliatan, klo ada selang waktu antara ijtimak sama terbenamnya matahari terlalu pendek, secara teori fisika hilal mustahil keliatan. Itu karena iluminasi intensiatas cahaya bulan masih redup dibandingkan cahaya langit. jadi hilal dapat keliatan pake mata telanjang klo sudut antara Bulan sama Matahari sebesar 8°.

Bingung ya…??? sama… he…he… Nah, Justru karena itu Umat Muslim, mau gak mau, terima gak terima, seneng gak seneng, suka gak suka, percaya gak percaya, harus bisa menguasai Astronomi. Harus Lho.. jangan kayak gue yang menguasai ilmu “gundukan punggung tangan” untuk menentukan awal bulan Gregorian.

Jujur, karena kapasitas otak gue masih sedikit Homer Sapien (lebih parah dari Homo Sapien), gue juga agak bingung sama tulisan gue. Klo kalian mau lebih jelas, lebih baik tanya aja sama Mbah paling sakti di muka bumi, yaitu Mbah Gugel…he…he…he….