Setelah, 2 hari ini begadang total di depan komputer untuk merevisi laporan KP. Pagi ini gue secara resmi kena flu, hidung meler, suara serak, tenggorokan gatal, dan yang parah tisu 600 sheets yang gue beli sekarang tinggal sedikit…aaaa…….(jedot-jedotin kepala ke dinding)

Haaduuuuuuh,.. lebih baik menunggu dari pada sakit flu. Klo menunggu, dan menunggu dengan kreatif pasti menunggu itu gak bakal membosankan. Tapi klo flu, tiba-tiba gue jadi kreatif sendiri makin parah aja ini flu. Kemaren di siang bolong contohnya, gue beli mie ayam pake cabe setumpuk, minumnya teh panas, dan gue pake Jaket yang paling tebal, hasilnya….??? Hingus gue dengan sukses meluncur deras kayak air terjun niagara, dan apesnya, disana gak ada tisu. Aergh…..(jedot-jedotin kepala ke dinding lagi)h

Tisu, kali ini jadi malaikat gue. Dimana pun selalu ada tisu yang membendung “air terjun niagara”, membantu gue bernafas lega, dan menambah kerjaan gue untuk membersihkan sebagian kamar gue yang berubah menjadi gunung tisu.

Ini lah yang gue benci dari flu, kepala pusing menyebabkan kurangnya kreatifitas. Klo menunggu lagi sakit flu, bukannya menjadi tambah kreatif, malah menjadi kayak kera yang lagi aktif..

semoga flu ini cepat berlalu, amin…