April 2008


siang bolong, habis kuliah tentunya hal yang paling sip untuk nunggu kuliah lagi adalah makan di kantin Teknik yang isinya kebanyakan cowok”. Okeh… nongkrong di kantin Teknik untuk mencari pasangan adalah hal yang salah bagi kaum cowok, tapi bagi cewek itu adalah surga, dari pengalaman ku, cowok lebih mendapatkan “surga” klo nongkrong di kantin Psikologi. secara isinya FPSB ato Fakultas Psikologi dan Seni Budaya adalah sebagian besar cewek, berbanding terbalik dengan dua Fakultas Teknik yang ada di UII..

tapi gimana rasanya klo makan siang kawan” di ganggu dengan aktivitas yang gak penting lainnya, seperti anak” Baru yang pacaran di samping bangku lo, pake merayu ala ABG pula, kontan aja makan jadi terganggu,. nah bayangin gimana klo kantin yang berisi segala rupa mahasiswa di jadikan tempat demo sama salah satu oragnisasi yang “aneh” untuk berdemo…???

nah siang tadi itu yang ku rasain, anak” dari salah satu organisasi di kampus demo di kantin…!!!! Aneh memang, oraginisasi yang satu ini, ngakunya organisasi A yang kanan tapi kelakuan “kiri”.. Bilang, kita haru ingat membantu sodara” kita yang kesusahan makan, tapi di sendiri membuang uang dengan makan asap yang gak jelas apa rasanya. kontan saja aku mo berontak, cuz saat itu mata sang “kepala suku” menatap aku di bailk kacamata hitamnya..

Mereka, gak tau gaji pengemis, anjal, dll itu mencapai 200-300rb per hari… mereka cuma melihat dari satu sisi saja, tidak mempelajari lebih dalam, mereka tidak pernah melihat pengemis itu mempunyai bos dan di tugaskan layaknya para pegawai yang memberi setoran awjib kepada si bos..

APBN 20%-nya untuk pendidikan…?? hal yang sangat sadis menurut ku, gimana dengan nasib rakyat yang miskin..?? rakyat yang sakit,,,…?? para pegawai negri sipil yang bergaji pas”an…??? apa mereka gak dapat santunan…??? Negara kita udah miskin gini semakin tertekan rupanya….

Sabtu 19 April 2007, dengan niat yang sangat amat aku dan Kiky udah dateng jam 17.30 di MP BookPoint. kali ini bukan beli buku lagi, tapi mo liat Bang Ikal…
1 jam… 2 jam…. dan akhirnya Bang Ikal datang juga dengan sambutan yang sangat amat hangat di jogja…

“huh…” itu kata” yang keluar dari mulutnya
“Grogi ya mas andrea…?” tanya seorang MC
“ya grogi… di jakarta 5000 orang saya grogi, waktu acara kick andy off air di UI saya grogi sambil liat sekeliling saya, ‘dimana security, dimana pintu saya keluar ?’ wah pokoknya sekarang udah gak ada talkshow laskar pelangi yang gratisan. di aceh seminar sastra tunggal, laskar pelangi, bukan dalam pameran, panitianya jual tikat 100.000 sold out. itu lebih mahal dari tiket Peter Pan lho”

dan Bang Ikal Berbicara dengan tema karya sastra yang sedang berkembang di Indonesia, dan Bang Ikal menceritakan bagaimana pembuatan film Laskar Pelangi, dan ternyata Bang Ikal menawarkan satu cast yang masih kosong dan sampe sekara Riri Riza dan Mira Lesmana belum mendapatkan orang yang cocok untuk memerankan Pawang Buaya dan Buaya. Buaya sudah di cast 5 kali gak ada yang cocok, sehingga buaya ini belum mendapatkan peran

Bang Ikal menceritakan luar biasanya Mira Lesmana membuat fiilm Laskar Pelangi yang sekarang sudah draft yang ke-14 “film Eliana-Eliana yang di buat Riri Riza, Eliana itu mencapai draft (skenario) ke-4 udah menjadi film, saya membaca draft ke-11, sangat powerfull sekali, sehingga tidak mengurangi subtansi yang ada di dalam buku tersebut”

Film Laskar Pelangi juga dibuat sangat luar biasa oleh Mira Lesmana, bagaimana luar biasanya ? Bang Ikal mengatakan jika orang habis nonton film laskar pelangi orang itu melihat dirinya semakin cantik ketika berkaca, orang itu seakan terlahir kembali di dunia.

Yang buat saya dan mungkin para audiens yang lain merinding ketika bang ikal menceritakan bagaimana jeniusnya Lintang. Lintang sudah bisa pohon pascal ketika masih kelas 6 SD, ITulah yang membedakan Jenuis dan Pintar, Wolfgang Amadeus Mozart dapat menulis Sonata lengkap pada usia 6 Tahun.

dan ketika Bang Ikal pulang ke Belitong untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit, Ia medapatkan tugas dari Professor-nya. Bang Ikal bener” gak bisa dan berniat dari Paris akan memberikan tugas itu kepada Lintang.

Tugas itu diakui bang Ikal sebagai matematika yang, sangat runyam, sebuah persoalan multivarian, karena sangat runyamnya rumus itu harus di pecah menjadi 5 Blok, agar bila terjadi satu kesalahan dapat di lokalisir, Cacing Integral sudah beranak menjadi 4 ekor, dan Lintang, meminta Buku yang sudah di bawa berat” dari Paris untuk di pelajarinya.

Setelah 7-10 hari Lintang memberikan hasilnya kepada Bang Ikal, Bang Ikal sangat tidak percaya, bagaimana mungkin Lintang dapat menyelesaikan persoalan itu karena Lintang tidak pernah belajar matematika Dinamis, dia tidak pernah belajar matematika Stochastic segala rupa, persoalan Tracing Telekomunikasi Interkoneksi yang sangat runyam yang memiliki banyak variable.

dan Bang ikal yang sudah putus asa mempasrahkan tugas yang LIntang selesaikan, sesampainya di Sorbonne bang ikal memberikan tugas itu ke Professornya, tak lama kemudian ia menerima e-mail dari si-Professor yang isinya ” kamu masuk kekantor saya”. Professor itu mengatakan Tugas yang Ia berikan tidak mempunyai solusi, tapi ini adalah jalan yang benar. “saya merinding” ucap Bang Ikal.

Lintang menukar” blok itu blok ke-4 seharusnya berada di blok ke-2. Begitu cerdasnyas Lintang, ia dapat berfikir dalam satu konteks keseluruhan formula itu. menukar” banguna blok itu seperti menukar” dadu.

Lintang, adalah sosok yang membuat saya, dan berjuta penggemar Laskar Pelangi Di buat penasaran

Sabtu 19 April 2007, dengan niat yang sangat amat aku dan Kiky udah dateng jam 17.30 di MP BookPoint. kali ini bukan beli buku lagi, tapi mo liat Bang Ikal…
1 jam… 2 jam…. dan akhirnya Bang Ikal datang juga dengan sambutan yang sangat amat hangat di jogja…

“huh…” itu kata” yang keluar dari mulutnya
“Grogi ya mas andrea…?” tanya seorang MC
“ya grogi… di jakarta 5000 orang saya grogi, waktu acara kick andy off air di UI saya grogi sambil liat sekeliling saya, ‘dimana security, dimana pintu saya keluar ?’ wah pokoknya sekarang udah gak ada talkshow laskar pelangi yang gratisan. di aceh seminar sastra tunggal, laskar pelangi, bukan dalam pameran, panitianya jual tikat 100.000 sold out. itu lebih mahal dari tiket Peter Pan lho”

dan Bang Ikal Berbicara dengan tema karya sastra yang sedang berkembang di Indonesia, dan Bang Ikal menceritakan bagaimana pembuatan film Laskar Pelangi, dan ternyata Bang Ikal menawarkan satu cast yang masih kosong dan sampe sekara Riri Riza dan Mira Lesmana belum mendapatkan orang yang cocok untuk memerankan Pawang Buaya dan Buaya. Buaya sudah di cast 5 kali gak ada yang cocok, sehingga buaya ini belum mendapatkan peran

Bang Ikal menceritakan luar biasanya Mira Lesmana membuat fiilm Laskar Pelangi yang sekarang sudah draft yang ke-14 “film Eliana-Eliana yang di buat Riri Riza, Eliana itu mencapai draft (skenario) ke-4 udah menjadi film, saya membaca draft ke-11, sangat powerfull sekali, sehingga tidak mengurangi subtansi yang ada di dalam buku tersebut”

Film Laskar Pelangi juga dibuat sangat luar biasa oleh Mira Lesmana, bagaimana luar biasanya ? Bang Ikal mengatakan jika orang habis nonton film laskar pelangi orang itu melihat dirinya semakin cantik ketika berkaca, orang itu seakan terlahir kembali di dunia.

Yang buat saya dan mungkin para audiens yang lain merinding ketika bang ikal menceritakan bagaimana jeniusnya Lintang. Lintang sudah bisa pohon pascal ketika masih kelas 6 SD, ITulah yang membedakan Jenuis dan Pintar, Wolfgang Amadeus Mozart dapat menulis Sonata lengkap pada usia 6 Tahun.

dan ketika Bang Ikal pulang ke Belitong untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit, Ia medapatkan tugas dari Professor-nya. Bang Ikal bener” gak bisa dan berniat dari Paris akan memberikan tugas itu kepada Lintang.

Tugas itu diakui bang Ikal sebagai matematika yang, sangat runyam, sebuah persoalan multivarian, karena sangat runyamnya rumus itu harus di pecah menjadi 5 Blok, agar bila terjadi satu kesalahan dapat di lokalisir, Cacing Integral sudah beranak menjadi 4 ekor, dan Lintang, meminta Buku yang sudah di bawa berat” dari Paris untuk di pelajarinya.

Setelah 7-10 hari Lintang memberikan hasilnya kepada Bang Ikal, Bang Ikal sangat tidak percaya, bagaimana mungkin Lintang dapat menyelesaikan persoalan itu karena Lintang tidak pernah belajar matematika Dinamis, dia tidak pernah belajar matematika Stochastic segala rupa, persoalan Tracing Telekomunikasi Interkoneksi yang sangat runyam yang memiliki banyak variable.

dan Bang ikal yang sudah putus asa mempasrahkan tugas yang LIntang selesaikan, sesampainya di Sorbonne bang ikal memberikan tugas itu ke Professornya, tak lama kemudian ia menerima e-mail dari si-Professor yang isinya ” kamu masuk kekantor saya”. Professor itu mengatakan Tugas yang Ia berikan tidak mempunyai solusi, tapi ini adalah jalan yang benar. “saya merinding” ucap Bang Ikal.

Lintang menukar” blok itu blok ke-4 seharusnya berada di blok ke-2. Begitu cerdasnyas Lintang, ia dapat berfikir dalam satu konteks keseluruhan formula itu. menukar” banguna blok itu seperti menukar” dadu.

Lintang, adalah sosok yang membuat saya, dan berjuta penggemar Laskar Pelangi Di buat penasaran

Next Page »