RSS

Review : John Carter

“Disney mengalami kerugian sekitar US$ 200,000,000. Ini bisa jadi film dengan kerugian terbesar sepanjang sejarah”

Akhirnya sekian lama gak posting, posting juga… lega.. Okeh, postingan ini ku isi sama Review Film sesuai judul.

Film ini bercerita ttg seorang mantan prajurit yg jadi pemburu goa emas, arkeolog, adventurer dari Virginia yg bernama John Carter. bla…bla…bla….. akhirnya dia ketemu goa emas itu, tapi ini bukan akhir, melainkan awal dari ceritanya, dia ketemu sama orang di goa itu trus membawa dia ke sebuah planet yg bernama Barsoom ato yg lebih dikenal oleh orang Bumi dengan sebutan Mars. Perbedaan daya tarik gravitasi antara Mars dan Bumi membuat John bisa melompat tinggi dan tentunya kesulitan untuk berjalan (Gravitasi Mars 0,376g, Bumi 1g). kepadatan tulang yang berbeda membuat John sangat kuat.

Intinya film ini adalah film gado-gado yang sangat epic. Ini adalah film Petualangan, film perjuangan, “kemanusiaan” (walopun ada makhluk bukan manusia), perebutan kekuasaan, teknologi, kasih sayang, dan cinta. terdapat juga istilah Science, Kebudayaan, Arkeologi, Kepercayaan, Fantasi, Sejarah, dll.

Durasi film ini sangat lama, 132 menit. Biasanya dengan waktu selama itu, menonton film 3D akan sangat tidak nyaman, apalagi jika pria berkacamata seperti ku. Tapi John Carter sangat beda, kita di suguhkan beraneka gambar yang mantaaaaappp..!!

Film ini di garap oleh seorang Andrew Stanton yang kita kenal dengan film-film animasi Pixar-nya, seperti Toys Story, Nemo, Wall-e, pokoknya Andrew ini seorang di balik layar dari fim2 animasi Pixar, jadi John Carter ini adalah film live action pertamanya.

Musicnya juga di karungsemen oleh Ahli Soundtrack film maupun game, Michael Giachino. Musicnya pernah mendapatkan Oscar Best Original Score untuk Film Up, sama Best Score Original Album untuk film Ratatouille. Michael juga langganan nominasi Oscar untuk music film. jadi Score untuk film John Carter ini mantaaappp..!!!

Film ini adalah mega proyek Disney. Disney rela merogoh kocek sebesar US$ 350,000,000 ato sekitar Rp 3,200,000,000,000 untuk memproduksi film ini. Tapi apa daya pendapatannya selama kuartal kedua ‘hanya’ US$ 184,000,000, jadi Disney mengalami kerugian sekitar US$ 200,000,000. Ini bisa jadi film dengan kerugian terbesar sepanjang sejarah.

Oya, saat liat trailers John Carter banyak orang yang bilang John adalah sosok yang mirip Tarzan dengan setting, pribadi, dan dunia yang berbeda. Emg bener, Tarzan sama John Carter sama2 lahir di tahun 1912 oleh , seorang penulis Amerika, Edgar Rice Burroughs. Tapi, menurutku John Carter lebih mirip He-Man, siapa He-Man, anak 1980-1990an pasti kenal sama orang ini.. hehehe.

Rating IMDb film ini 7.0/10, klo aku kasih rating 8.3/10 buat film ini.. Film ini sangat tidak cocok di tonton oleh anak-anak, Ratingnnya PG-13.khusus anak di atas 13 tahun dengan di dampingi orang tua (kira-kira begitu :D ).

Bijaklah memilih film wahai orang tua.

GALLERY :
(klik untuk memperbesar gambar)

 
Leave a comment

Posted by on March 26, 2012 in Film, Informasi, nonton, Review

 

Menulis

Sebagai seorang calon, yang nampaknya bakal jadi seorang peneliti, menulis adalah kegiatan wajib. Menulis adalah satu-satunya cara menuangkan buah pemikiran yang ada, selain itu menulis adalah cara bagi para peneliti untuk mendapatkan point dan tentunya ini yang membuat lebih cepat naik pangkat, plus mendapat koin (uang).

Saya tidak suka menulis. yah, kalimat pertama pada paragraf ini bisa menjadi akhir dari postingan ini. itu terbukti dari tidak updatenya blog ini sekiaaaaaaaaan lama. Saya berusaha menulis, tapi selalu aja susah untuk mendapatkan mood, bahan, dsb yang berkaitan sama sebuah issue. Disalah satu forum terbesar di Indonesia, Saya juga tidak suka menulis, hanya menjadi silent reader.Initerbukti dari postingan saya yang belum iso. sekian lama lama joint, baru beberapa bulan ini gemar menulis lagi. dan alhamdulillah, dari yang stuck di angka 800-900-an, kini menjadi 1,000-an. Lumanyun…

Agak bingung, sebenarna menulis yang baik itu gimana, seperti apa, kapan dan dimana. Aku sering mendapatkan beberapa hal di tegah malam hari, itu semua sering ku buat catatan-catatan kecil. tapi alangkah susahnya jika setiap malam harus menulis sedangkan paginya sebelum pukul 7.30 harus sudah nongol di kantor. Jum’at dan Sabtu adalah solusi yang berusaha ku pecahkan, tetapi itu hanya terjadi beberapa kali, dan mood pada hari Jum’at (malam Sabtu) yang paling baik untuk menulis, sedangkan Sabtu-nya (Malam minggu) adalah waktu yang sangat baik untuk menonton bola.

Tulisan ku juga terkadang tidak sesuai dengan jalan pikiran, aku selalu terbuai dengan setiap kata yang aku tulis. Aku lebih sering mengikuti setiap kalimat, dari pada mengikuti apa yang aku pikirkan, apa yang ada di dalam otak ku, dan apa yang akan aku tulis sebelumnya. Ini memang baik, jika diikuti dengan mood yang baik pula. Tapi kenapa hingga sekarang, aku belum menemukan mood itu.

Twitter ku mungkin juga aktif mengicaukan beberapa tweet-tweet, tetapi untuk mengembangkan beberapa tweet itu menjadi sangat malas. dan aku selalu berpikir, ya sudah lah. Hanya untuk dokumentasi beberapa saat, toh juga mudah di cari. Tetapi alangkah susahnya menjadi beberapa tweet ku.. ada sekitar 12 ribu tweet ku, dan twitter tidak menyediakan fitur pencarian pintar. *ngelus dada*.

Well, peneliti itu adalah pekerjaan seni. seorang seniman itu tidak bisa dipaksakan dalam suatu hal, termasuk juga dengan menulis. jadi aku hanya pasrah menantikan mood itu datang. Bagi seorang yang tak pandai menulis, ini adalah sebuah beban besar

 

 

 
Leave a comment

Posted by on December 21, 2011 in curhat, Informasi, Unek-Unek-Eneg

 

Tags: , , ,

Bicara Bola

Setelah piala AFF dan Sea Games, banyak sekali yang bilang ‘Indonesia Bersatu Karena Sepakbola’. Memang benar, semua rakyat di Indonesia bersatu dalam satu euforia, berkumpul bersama untuk menyaksikan dan mendukung 11 anak bangsa yang berjuang atas nama Indonesia. Mereka adalah pahlawan yang bertarung di atas rumput hijau, berusaha mengharumkan nama bangsa, dan perjuangan mereka di tonton oleh jutaan pasang mata orang Indonesia.

Semua buyar, saat kompetisi Asean itu berakhir. Sepakbola sebagai alat pemersatu berubah menjadi media pemecah belah. Banyak kepentingan yang mengatas namakan sepakbola demi urusan pribadi, bukan lagi untuk rakyat di negeri ini. Dualisme keyakinan sudah tidak bisa di hindarkan, sebagian di LSI dan sebagian di LPI. sungguh ironis di negeri yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dualisme kompetisi juga terjadi di Palestina, bukan masalah Internal pemicunya, tetapi masalah politik Negara yang berseteru, itu membuat liga Palestina tidak bisa bersatu. Liga Tepi Barat dan Liga Jalur Gaza, tetap satu ideologi walaupun terpisah antar satu dengan yang lain.

Saya tidak mengerti apa masalah pasti tentang Liga sepakbola di Negeri ini. saya hanya tahu hanya sekilas tentang pembagian uang, dan lagi-lagi masalah uang (baca disni). Sangat disayangkan, momentum antusiasme rakyat Indonesia harus ternodai oleh kepentingan beberapa kelompok. Alangkah baiknya kedua pihak bertemu dan saling membicarakan masalah dan mencari pemecah yang menjadi solusi bersama

 
Leave a comment

Posted by on December 11, 2011 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.